Inilah kebiasaan buruk ku yang tak pernah bisa hilang meski telah kucoba sampai menyakiti diriku sendiri.. Seperti kutukan yang kekal dan tidak mau pergi menghindar.. Seperti racun yang semakin lama semakin menyebar meski tak kasat mata.. Karena sejauh apapun aku pergi,tempat ternyaman itu ada disana.. Sekencang apapun aku berlari,nyatanya hatiku tak sanggup beranjak dari lubang beku itu.. Dan saat jiwa ini gamang menerka apa yang tak kunjung tiba,hanya nama itu yang mampu kusebut dengan jelas.. Hanya wajah itu yang mampu kurindukan dengan nyata dan sadar seluruh tubuhku.. Ribuan janji yang terucap,tertulis,maupun hanya terbesit dalam benakku pun seakan berontak.. Pertanyaan dengan awal kata “Kenapa” tak hentinya mengalir sampai aku tak tahu apa jawaban yang paling tepat.. Jika pun aku disebut tidak bisa membuka hati atau kaku,itu hanya permasalahan mengerti.. Aku telah mencoba untuk mengerti bagaimana cara membuka hati,tapi nyatanya? Aku telah mencoba untuk lebih easygoing dan terbuka,tapi nyatanya? Mungkin aku masih butuh waktu,meski waktu pun tak mampu menjanjikan ruang untukku.. Menahan tangis hingga dada seakan ingin pecah! Membekuk kebimbangan hingga nyeri menjalar di seluruh sadarku.. Membantah segala hal yang kuathu akan menyakiti meski harus merasa sakit pula di awal.. Semua seperti sajian makan malamku.. Karena setiap gelap menyapa,yang kuinginkan hanya memuntahkan semuanya! Sekarang hanya tinggal menyandarkan kepala,menenangkan hati,menghibur kesunyian.. Dengan seulas senyum!!

“If you see someone without a smile,Give them one of yours!”

Re.

Advertisements