Maaf yang pertama ingin kuucapkan..memang di dalam sebuah jadwal yang memadat,kesibukan yang menjerat pasti ada satu atau dua yang dikorbankan.Dalam sibukku akhir – akhir ini baru kusadari aku telah mengorbankan yang dari awal menjadi konsenku. Itu adalah Tugas Merancang (Design Assignment) 1,yang baru kusadari sore ini telah menjadi korban. Tapi aku akan segera membuatnya kembali baik baik saja malam ini dan besok. Namun ada satu hal yang ternyata lebih berharga dan tanpa sengaja telah menjadi korban. Itu adalah waktu ku untuk orang – orang terdekatku. Dan aku segera menyadarinya…

Surabaya,19 Oktober 2011

Riuh suara sumbang menerpa di belasan usiaku

Angin busuk menerjang segala dinding kekuatan yang kubangun

Tak gentar,masih berdiri kokoh!

Ingkar jika aku berhenti, terlebih berbalik

Hanya karna muntahan penyakit dunia nan semu

Yang selalu menjanjikan kebahagiaan palsu

Utuh, namun rapuh bersembunyi dan mengakar

Luapkan beban yang memaksa tuk berhenti bermimpi

Ikuti nafas kotor duniawi hanya akan membawa perih

Karna itu aku akan tetap kokoh di jalanku

Akhir indah lah yang kunanti..

 

Ini adalah puisi untuk tugas adikku Ratih Yulika Endartyana yang sudah dua hari yang lalu memintaku membuatkannya. Namun karena kesibukanku membalas pesan singkatnya pun aku tak sempat hingga dia berkali kali mengirim sms padaku sore ini. Padahal hanya perlu waktu tidak lebih dari dua menit untuk membuat bait di atas. Maaf terlambat,tapi aku akan selalu menjadi orang yang bisa kau andalkan.^–^

 

Re.

Advertisements